Friday, August 1, 2008

ahmadiyah

Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya.
Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani (1839-190 8) M, adalah pelaksana utama bagi terwujudnya Qadiyanisme. Tokoh ini mempunyai kaitan erat dengan sebuah keluarga yang terkenal sebagai pengkhianat terhadap agama dan negara.
Tokoh ini dikenal dikalangan para pengikutnya dengan perawakan kerempeng, sering sakit-sakitan, dan pecandu narkotik. Mirza Ghulam Ahmad menulis buku lebih dari 50 judul, brosur-brosur, dan makalah-makalah. Diantara bukunya yang terpenting ialah Izalatul Auham (menghilangkan prasangka), ijaz Ahmady
(mujizat Ahmadiyah), Barahin Ahmadiyah (bukti-bukti Ahmadiyah), Anwarul Islam (cahaya Islam), ijazul Masih (mujizat Almasih), At-tabligh (tabligh), dan Tajaliyat Ilahiyah (bukti-bukti ketuhanan).
Para Khalifah dan Tokoh Qadiyanisme- Nuruddin: orang-orang Inggris meletakkan
mahkota khilafah di atas kepalanya, kemudian diikuti oleh para pendukungnya. Diantara karya tulisnya ialah Fashlul Khitab. Dialah khalifah pertama.
- Muhammad Ali (bukan petinju dunia itu lho): Amir Qadiyanisme Lahore. Tokoh ini menjadi otak Qadiyanisme dan mata-mata penjajah, yang bekerja pada sebuah majalah propaganda Qadiyanisme. Ia telah mengeluarkan sebuah terjemahan Al-Quran yang diselewengkan dalam bahasa Inggris. Diantara karya-karya tulisnya ialah: Haqiqatul Ikhtilaf (hakikat perselisihan), dan Annubuwah fil Islam (kenabian dalam Islam).- Muhammad Shadiq: Mufti Qadiyanisme. Karangannya antara lain: Khadimu Khatamun Nabiyyin (khadam nabi terakhir).

- Basyir Ahmad bin Ghulam. Diantara karya-karyanya ialah: Siratul Mahdi (sejarah hidup almahdi), dan kalimatul fashl (kata pemisah).

- Muhammad Ahmad bin Ghulam sebagai khalifah ke dua. Diantara karya-karya tulisannya ialah: Anwarul Khilafah (cahaya khilafah), tuhfatul muluk (persembahan para raja), dan hakikatun nubuwah (hakikat kenabian).

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya.Diyakininya bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah al-masih yang dijanjikan. Diyakininya bahwa Allah itu berpuasa, shalat, tidur, bangun menulis dan membuat tanda tangan, bersalah dan berkumpul. (Maha Suci Allah dari segala sifat-sifat seperti itu).

Seorang penganut Qadiyani berkeyakinan bahwa tuhannya adalah orang inggris, sebab ia mengajaknya berbicara dengan bahasa inggris. Qadiyanisme yakin bahwa kenabian tidak berakhir pada nabi Muhammad saw, tetapi masih tetap
berlangsung. Allah mengutus rasul sesuai dengan kebutuhan. Dan Ghulam Ahmad adalah nabi yang paling mulia dari semua nabi.
Diyakininya bahwa jibril as, turun kepada ghulam ahmad, memberi wahyu dan ilham kepadanya seperti Al-Quran. Dikatakannya bahwa tidak ada Al-Quran kecuali yang disampaikan oleh al-Masih yang dijanjikan (yaitu Ghulam Ahmad), dan tidak
ada hadits kecuali yang datang dari ajaran-ajarannya, dan tidak ada nabi kecuali
dibawah naungan Ghulam Ahmad.Diyakininya bahwa mereka adalah penganut
agama yang baru,independen, dengan syariat yang specifik pula, dan diyakininya pula bahwa rekan-rekan Ghulam Ahmad adalah seperti sahabat-sahabat Rasulullah saw.

Diyakininya bahwa Qadiyarn adalah seperti Madinah al Munawwarah dan Mekkah, bahkan lebih mulia daripada kedua kota tersebut. Dan tanah Qadiyan itu adalah tanah haram. Itulah kiblat mereka dan tempat haji mereka. Dihapuskannya aqidah JIHAD, dan mereka taat tanpa reserve kepada pemerintah Inggris.

Sebab menurut mereka pemerintah Inggris itu adalah yang berkuasa berdasarkan nash Al-Quran. Setiap orang Islam menurut mereka adalah kafir sampai mereka masuk kepada Qadiyanisme. Dan yang kawin (memperistri atau bersuami) dengan
orang non Qadiyanisme dianggap kafir. Dihalalkannya khamar, candu, heroin dan minum-minuman keras yang memabukkan.

Akar Pemikiran dan Sifat Ideologinya.
Gerakan westernisasi sir Sayyid Ahmad Khan telah turut membidani lahirnya Qadiyanisme, akibat pemikiran-pemikiran menyeleweng yang dilontarkannya.
Untuk mengeksploitasi kondisi tersebut, maka Inggris membuat sebuah gerakan Qadiyanisme. Untuk memimpin gerakan tersebut, dipilihlah seorang laki-laki dari keturunan yang berpengaruh diantara kaki tangan Inggris.Qadiyanisme mempunyai hubungan yang kuat dengan ISRAEL. Negeri ini telah membuka jalan bagi orang-orang Qadiyani untuk mendirikan markas-markas dan sekolah-sekolah, mendorong mereka untuk mampu membuat sebuah majalah yang menjadi corong
Qadiyanisme, mencetak buku-buku dan brosur-brosur untuk didistribusikan ke seluruh dunia.
Mereka terpengaruh oleh agama Masehi, yahudi, dan gerakan-gerakan kebatinan. Nampak jelas sekali dalam aqidah mereka dan perilaku mereka, meskipun secara lahir mereka mengaku Islam.Tempa Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya.
Orang-orang qadiyani sekarang ini sebagian besar hidup di India dan Pakistan. Dan sebagian kecil dari mereka ada yang hidup di Israel dan dunia Arab. Dengan bantuan penjajah, mereka berupaya menduduki pusat-pusat yang sensitif di setiap negeri dimana saja mereka menetap.

Membongkar Kesesatan Dan Kedustaan Ahmadiyah

1.Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan
bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barang siapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad

2.Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India

3.Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci “Tadzkirah”

4.Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI

5.Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan:”Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah

6.Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

7.Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu:
Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”

8.Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun
sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad

9.Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya:”Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas
segala agama-agama semuanya.(”kitab suci Tadzkirah” hal. 621)Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas
BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYATERMASUK AGAMA ISLAM

10.Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah
haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran

11.Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi
Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang hmadiyah Mirza Ghulam Ahmad
11.1. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-
India. Dan dengan kebenaran Kami Menurunkannya dan dengan kebenaran dia
turun.” “kitab suci” Tadzkirah hal.637)
11.2. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku” “kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
11.3.Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi
Rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)
11.4. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”:
Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(”kitab suci Tadzkirah hal. 633)
11.5. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu - wahai Mirza Ghulam Ahmad - kebaikan yang banyak” (”kitab suci” Tadzkirah hal.652)
11.6. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - imam bagi seluruh manusia” (”kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
11.7. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”:
Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau - wahai Mirza Ghulam Ahmad - seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (”kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)
11.8. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519)
11.9. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (”kitab suci” Tadzkirah hal.620)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an. Dan Mirza Ghulam Ahmad
mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari “tuhannya” di INDIA.

12. PENODAAN AGAMA DAN HUKUMNYA
12.1 Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sbb:
PASAL 56 a: Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:
a. yang pokoknya bersifat permusuhan.
menyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.
12.2 Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.:
2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad
saw bukan nabi terakhir.
13.1. Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak tanggal 18 Juni 1975.
13.2. Brunei Darussalam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunei Darussalam.
13.3. Rabithah `Alam Islami yang berkedudukan di Makkah telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan KELUAR DARI ISLAM.
13.4. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah KAFIR dan TIDAK BOLEH pergi haji ke Makkah.
13.5. Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adalah golongan

MINORITAS NON MUSLIM.
14. K E S I M P U L A N
a.”Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qadiyan - INDIA (sekarang Pakistan) tahun 1889, yang karena perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan
pendirinya berkembang dua aliran, yaitu Anjuman Ahmadiyah (Ahmadiyah Qadiyan) dan Anjuman Ishaat Islam Lahore (Ahmadiyah Lahore).Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan mengikuti ajaran serta paham yang bersumber pada ajaran Mirza Ghulam Ahmad.
b. Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an dengan menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qadiyan Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang dikenal dengan Ahmadiyah Qadiyan, dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GIA) yang dikenal
dengan Ahmadiyah Lahore.
c. Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu, dan dengan wahyu itu dia diangkat sebagai nabi, rasul, al-Masih Mau`ud dan Imam Mahdi. Ajaran dan faham yang dikembangkan oleh Pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya
terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Al-Hadits yang menjadi keyakinan umat Islam umumnya, antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw.(BALITBANG DEPAG RI, Jakarta, 1995 hal. 19,20,21)

P E N U T U P
Sebagai penutup brosur ini, kami kutip sebuah ayat Al-Qur`an yang mengancam orang yang mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dengan tangannya sendiri, kemudian dikatakannya dari Allah swt dengan dusta yang amat keji seperti yang dilakukan oleh “nabi” Mirza di atas

Allah swt berfirman:
“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud)
untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan
perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)

No comments: