Minum kopi ada bahayanya lho!....
Banyak orang yang gemar minum kopi. Minum kopi bahkan sering dijadikan rtual wajib yang dilakukan sebagian besar orang. Makanya tidak heran jika kini banyak menjamur coffe shop atau warung kopi yang mempunyai pengunjung cukup banyak. Kopi sering digunakan untuk teman lembur, pendamping sarapan dan pembunuh rasa jenuh.
Menurut analisis kedokteran, dalam kopi terdapat sejenis senyawa kimia xantin. Turunan senyawa ini meliputi kafein, teofilin dan teobromin dalam coklat. Kafein disinyalir dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak),sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Oleh karena itu, banyak orang yang merasakan bahwa setelah minum kopi, tubuhnya menjadi lebih rileks, lebih bersemangat, dan lebih bertenaga. Banyak yang menggunakan kopi untuk membuatnya lebih banyak terjaga. Hal ini karena ada orang yang menjadi lebih susah tidur jika mengkonsumsi kopi.
Kafein acap kali juga dijadikan salah satu bahan pelengkap pada obat sakit
kepala. Pasalnya, kafein memiliki kemampuan mempersempit pembuluh darah ke otak (vasokonstriksi) sehingga pelebaran pembuluh darah di daerah otak yang menyebabkan penyakit kepala bisa ditanggulangi. Bahkan, senyawa xantin dalam dosis rendah mampu merangsang susunan saraf yang sedang depresi, misalnya akibat penyalahhgunaan narkoba atau kecanduan alkohol. Sehingga muncul pendapat bahwa kafein dapat memperbaiki fungsi mental penderita yang keracunan alkohol. kafein ternyata dapat menetralisasi asam lemak dalam darah.
Minum kopi bagi beberapa orang bahkan telah menjadi kecanduan yang sulit dihilangkan, baik secara psikologis maupun fisiologis. Ciri umum ketergantungan kopi antara lain rasa letih atau lelah, tak bersemangat dan mengantuk kalau seharian saja tidak minum kopi.
Dosis wajar adalah mengkonsumsi kopi sebanyak 85-200 mg atau 1-3 cangkir kopi. Namun, minum kopi diatas 250 mg sekaligus dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti jantung berdebar, gelisah, insomnia (sulit tidur), gugup tremor (tangan bergetar), bahkan mual sampai muntah-muntah.
Berikut ini beberapa efek negativ dari mengkonsumsi kopi yang berlebihan:
Meningkatkan tekanan darah
Minum kopi juga bebahaya bagi penderitaan hipertensi (tekanan darah tinggi) karena senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Selain itu, kopi juga bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan akibat produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran kalau tak lama sehabis mengkonsumsi kopi kandung kencing cepat penuh.
Mengurangi kesuburan
Minum kopi terlalu banyak bisa pula mengurangi kesuburan wanita, apalagi kalau dikombinasikan dengan alkohol.
kekeroposan tulang
Bagi wanita usia menopouse, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menambah resiko kekeroposan tulang (osteoporosis).
meningkatkan resiko kanker
Walau kaitan antara kopi dan resiko terkena kanker belom jelas, beberapa studi memperkirakan kemungkinan kopi mempengaruhi DNA dan meningkatkan resiko terkena kanker kandung kemih dan ovarian. Selain itu, minum kopi yang sangat panas dapat memberi efek kerusakan pada sel dalam mulut dan kerongkongan, yang jika dilakukan berulang kali dapat mencetuskan kanker pada bagian tersebut.
Meningkatkan resiko kena penyakit jantung
Masalah dampak kopi kasar atau tidak disaring iini dipelajari oleh sejumlah peneliti di Belanda. Mereka mengamati tingginya kadar homosistein dalam darah pecandu kopi. Homosistein merupakan substansi yang terbentuk pada saat tubuh mengeluarkan protein. Padahal peningkatan homosistein berhubungan erat dengan resiko penyakit jantung.
Meski belum jelas bagaimana persisnya asam amino esensial mengganggu jantung, sudah terbukti bahwa zat tersebut acap kali menyebabkan timbulnya luka di berbagai lapisan dalam pembuluh darah arteri dan selanjutnya menjadi tempat menumpuknya asam lemak dan kalsium. Timbunan ini bisa mengakibatkan pergeseran dinding pembuluh darah arteri (arterioklerosis).
Berikut ini kelompok individu yang sebaiknya menghindari kopi:
wanita hamil
anak-anak
orang tua
orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi).
No comments:
Post a Comment